Peserta Asesmen Kompetensi, Wajib Disiplin Protokol Covid-19

Peserta asesment kompentensi di Dompu wajib mengenakan masker, tidak bermasker tidak boleh masuk ruangan.

DOMPU, TOFONEWS.NET – Sedikitnya 420 orang yang terdiri dari Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah Negeri dan Swasta, serta guru Madrasah Negeri dan Swasta mengikuti kegiatan Asesmen Kompetensi Guru (AKG), Asesmen Kompetensi Kepala Madrasah (AKK), dan Asesmen Kompetensi Pengawas (AKP) Madrasah yang digelar di Dompu, Kamis (19/11).

Peserta asesmen diatur posisinya agar jarak mereka tetap terjaga.

Karena Kabupaten Dompu masih dalam pandemic virus Corona, sehingga Drs. H. Syahrir, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu menghimbau kepada panitia penyelenggara Assemen agar setiap prosesnya harus mengikuti protokol kesehatan covid-19. Akibatnya, di lokasi Assesmen tersedia penampungan air bersih untuk kebutuhan cuci tangan bagi setiap peserta, selain itu mereka diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak.

“Kita sudah ingatkan, agar semua peserta dan panitia untuk tetap disiplin terhadap protocol kesehatan Covid-19 yakni, tidak lalai memakai masker, cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas serta jaga jarak  atau jangan berkerumun,” papar H. Syahrir.

Bahkan Kakan Kemenag Dompu mengancam tidak memperkenankan ikut test asesmen bagi peserta yang tidak disiplin terhadap protokol Covid-19. “Mereka yang tidak bermasker tidak boleh ikut asemen kompetensi”,tegasnya.

Asessmen hari pertama di MAN Dompu, Kamis siang (19/11), juga di beberapa lokasi yakni di MTsN Dompu. Selain itu, dilaksanakan di Kecamatan Manggelewa dan Kecamatan Pekat. Tujuannya agar peserta dari Manggelewa dan Pekat tidak harus ke Dompu, terutama yang dari Pekat, jarak tempuhnya jauh. “asesmen ini akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19 sampai dengan 21 Nopember 2020 ini”, jelas Kakan Kemenag Dompu.

Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Dompu, Drs. H. Hasaruddin H. Majid pada kesempatan terpisah mengungkapkan, tujuan dari pelaksanaan asesmen ini adalah untuk pemetaan kemampuan guru. “Semoga asesmen ini dapat dijadikan acuan dalam pengembangan profesi guru, kepala madrasah dan pengawas,” tuturnya. (nas)