Paslon Bupati – Wakil Bupati Harus Sportif Dalam Berkompetisi

Swastari HAZ, SH

DOMPU, TOFONEWS.NET – Hiruk pikuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang kini dalam tahapan kampanye disambut antusias oleh berbagai elemen masyarakat. Momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh ketiga pasangan calon yakni  pasangan nomor urut 1,  Eri Aryani-Ihtiar (ERI-HI), nomor urut, 2 Abdul Kader Jaelani-Syahrul Parsan (AKJ-SYAH), dan nomor urut 3, Syaifurrahman Salman-Ika Rizky Veryani (SUKA).

Bagaimana geliat jelang perhelatan demokrasi ini di mata Bawaslu Kabupaten Dompu, berikut kutipan wawacara Tofonews.net (T) dengan Swastari HAZ, SH (Tr), Koordinator Devisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Dompu.

Kampanye udah sekian pekan digelar. Bagaimana geliat kampanye menurut penilaian Bawaslu? (T)

Pasangan calon sangat aktif melaksanakan kegiatan kampanye yang disambut antusias oleh peserta kampanye  dan ini merata untuk ketiga pasangan  calon. (Tr)

Apa yang harusnya dilakukan paslon dan tim sukses terkait aturan kampanye ? (T)

Paslon dan tim kampanye harus sportif untuk berkompetisi dalam rangka meraih simpati masyarakat dengan tidak mengabaikan ketentuan aturan yang berlaku. Misalnya masalah jumlah peserta  kampanye yang harus memenuhi standard protokol Covid. Mentaati batasan waktu berdasarkan STTP yang dikeluarkan oleh pihak keamanan. (Tr)

Adakah paslon yang melakukan pelanggaran. Lalu apa tindakan hukumnya ? (T)

Kalau berbicara tentang paslon yang melanggar, seluruh pasangan calon melakukan pelanggaran kampanye dan pelanggarannya  beragam mulai dari ketentuan protokol covid, larangan melibatkan pihak-pihak yang dilarang berdasarkan ketentuan perundang undangan misalnya keterlibatan pejabat dan ASN kades dan perangkat desa. Pelanggaran berupa larangan menjadi Jurkam bagi orang orang yang tidak masuk dalam daftar Jurkam. Maka saya ingatkan, karena itu dapat dikenakan sanksi administrasi atau pidana . (Tr)

Bagaimana tensi politik menurut kacamata Bawaslu jelang debat calon ? (T)

Kalau tensi politik cenderung biasa berdinamika, yang panas justeru saling hujat yang terjadi di Medsos oleh para pendukung maupun simpatisan (Tr)

Bagaimana peran bawaslu terkait debat itu? (T)

Bawaslu melakukan pendekatan secara persuasif kepada para calon dan tim agar masing-masing menjaga kondusifitas daerah dalam perhelatan demokrasi. Terkait dengan pelanggaran. Bawaslu berusaha melakukan pencegahan secara maksimal agar pelanggaran tidak dilakukan  akan tetapi jika masing-masing paslon “bandel” maka diambil tindakan yang tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Tr)

Paslon sempat buat  kesepakatan untuk tetap indahkan protokol  kesehatan di tengah pandemi covid 19. Apa tindak lanjutnya ? (T)

Paslon sudah sebanyak tiga kali melakukan penandatanganan Deklarasi Pilkada Damai dan Taat Kepada aturan Protokol covid. Pertama kali dibuat di Polda NTB, di Polres Dompu dan di KPU Dompu. Maka ketika ada pelanggaran covid, maka langkah yang dilakukan Bawaslu adalah pertama, peringatan lisan. Jika tidak diindahkan lalu diberikan lalngkah kedua berupa peringatan tertulis. Diberikan kesempatan kepada paslon dan tim untuk mengatur kembali konsentrasi masa sesuai dengan protokol covid. Jika tidak dilaksanakan, tentu diambil tindakan agar dibubarkan secara paksa sambil berkoordinsi dengan pihak keamanan. (Tr)

Menurut informasi Anda akan ikut Diklat di Mahkamah Konstitusi (MK). Ada apa ? (T)

Kordiv. Hukum Bawaslu diundang oleh Mahkamanh Konstitusi untuk mengikuti diklat di MK sebagai persiapan menghadapi sengketa hasil pemilihan umum. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Bawaslu RI dengan Mahkamah Konstitusi (Tr)

Apa Harapannya ? (T)

Dalam perhelatan pilkada 2020 peran serta seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan agar tercipta pilkada yang sehat, demokratis dan berkualitas. Masyarakat diminta agar berpartisipasi aktif memberikan informasi atau laporan jika menemukan adanya praktek praktek pelanggaran pilkada. Kepada Masyarakat Pemilih agar cerdas dalam menggunakan hak konstitusinya. Dalam memberikan suara agar melihat dari visi misi calon, program calon dan tidak saja melihat dari  kedekatan hubungan atau alasan lain (Tr).  (nas)