Syahrir Minta Agar Tidak Ada Yang Jadi “Pembocor Perahu”

Drs. H. Syahrir, M.Si, Kakan. Kemenag Dompu pada apel kerja awal bulan, Senin (02/11)

DOMPU – TOFONEWS.NET –  Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu, Drs.H. Syahrir, M.Si mengibaratkan, Kemenag sebagai sebuah perahu dengan muatan banyak penumpang dari orang-orang yang berbeda-beda jenis. Agar perahu ini sampai pada satu tujuan tentu saja diharapkan tidak ada diantara penumpang yang berusaha membocorkan lambung perahu, karena perahu dan seluruh isinya akan menjadi korban.

“Kalau mau selamat sampai tujuan, maka jangan sampai ada diantara kita yang jadi pembocor perahu,” ingat Drs. H. Syahrir, M.Si, Kakan. Kemenag Dompu pada apel kerja awal bulan, Senin (02/11) di halaman Kantor  setempat.

Dia menegaskan bahwa, dirinya dipercaya sebagai Kepala Kantor Kemenag Dompu merupakan amanah yang harus diemban dan ditunaikan dengan jujur dengan berpedoman pada lima budaya kerja Kemenag yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. “Lima budaya kerja ini tidak bisa dilaksanakan tanpa adanya dukungan dari semua pihak di jajaran Kemenag Dompu,” paparnya.

 Syahrir yang menggantikan H. Syamsul Ilyas ini menegaskan tentang pentingnya peningkatan pelayanan di jajaran Kemenag dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan pelayanan birokrasi yang bersih itu tanpa adanya tendesi-tendensi baik urusan haji dan umrah maupun urusan  yang membutuhkan pelayanan berkualitas.

Pada apel yang dihadiri Kasubag. TU, Kasi, Penyelengara, KUA, Pokjawas dan kepala madrasah negeri serta karyawan/karyawati Kemenag. ini, Syahrir menyampaikan empat agenda dalam rangka peningkatan pendidikan. Pertama, pelayanan untuk mendapatkan generasi yang handal dengan mendesain para siswa agar dapat meraih prestasi. “Ini kita tidak bisa bekerja sendiri,” paparnya.

Agenda kedua tambahnya, kualitas belajar mengajar jangan sampai terhenti lebih-lebih di tengah pandemi covid-19. “Carilah inovasi pendidikan,” ujarnya seraya mengatakan, agenda ketiga bagaimana meningkatkan kualitas guru dengan berusaha untuk mengembangkan pendidikan yang lebih baik.

Agenda keempat lanjut dia agar Kemenag Dompu terus berusaha supaya di tahun 2021 mendapatkan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) yang diperuntukan bagi pembangunan sarana dan prasarana pada madrasah dan pembangunan gedung Kantor Urusan Agama (KUA). Untuk mengerjakan pekerjaan SBSN ini dia mengingat supaya harus tetap berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan. “Kita akan tetap lakukan koordinasi dengan Kejaksaaan terkait pembangunan SBSN ini,” sarannya.

Syahrir juga mengharapkan jajaran Kemenag. Dompu untuk tidak membiarkan dirinya berjalan sendiri dalam melaksanakan tugas. “Saran yang konstruktif demi membangun Kemenag yang dilandasi nilai kejujuran dan intergritas sangat saya harapkan. Kita di Kementrian Agama berada di perahu yang sama untuk mencapai tujuan yang sama”, urainya. (nas)