SMPN 2 Dompu Terapkan KBM Semi Daring

Abdul Basith S.Pd, Kepala SMPN Nomor 2 Dompu

DOMPU, TOFONEWS.NET – Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Nomor 2 Kabupaten Dompu, deselenggarakan dengan pola pembelajaran semi daring (dalam jaringan) yakni daring dan luring. Hal ini ditetapkan karena Wilayah Dompu termasuk salah satu daerah pandemic Covid-19.

“Minggu pertama sempat dilaksanakan KBM tatap muka, kemudian ada edaran tidak boleh tatap muka, maka kami tetapkan pola pembelajaran semi daring,” ujar Abdul Basith, S.Pd, Kepala SMPN 2, Rabu (28/10) di Dompu.

Kepala SMPN 2 Dompu ini melihat ada fakta baru yang harus diperhatikan dalam proses KBM daring ini yakni, tidak semua guru atau siswa mampu menggunakan fasiltas WhatsApp dan google class room. Fakta lain lagi bahwa, tidak semua orang tua siswa mampu membelikan hand phone (HP) android bagi anaknya. Katanya, ada juga siswa yang mengandalkan hp orang tua untuk fasilitas pembelajaran via android. “Pagi hari, orang tuanya gunakan sendiri hp itu dan sore baru dapat dimanfaatkan oleh anaknya,” jelas Abdul Sabith.

Dari fakta yang dia temukan tersebut, SMPN Dompu juga menerapkan KBM system tutor sebaya. Mengutip pandangan salah seorang ahli pendidikan Sabith menyebutkan bahwa tutor sebaya adalah cara belajar siswa dengan bantuan belajar dari teman sebayanya di kelas. “Kami anggap ini cara belajar siswa yang diharapkan akan membuat siswa yang kurang paham supaya tidak segan-segan untuk mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya melalui teman sebayanya.

Basith juga menegaskan bahwa saat ini, SMP Negeri 2 belum melaksanakan tatap muka penuh, namun ketika siswa itu hadir di sekolah untuk mengantarkan tugas yang diberikan oleh gurunya terkadang ada guru yang memberikan materi tatap muka. “Artinya, situasional,” tambahnya.

Kepala SMPN 2 Dompu ini juga menyebut, jumlah siswanya sebanyak 465 siswa dengan dukungan guru sebanyak 85 orang dan TU 20 orang. Sementara terkait sarana prasarana di masa pandemi katanya, pihaknya tetap benahi. Dukungan pemerintah katanya, sudah jelas yaitu memberikan kuota pembelajaran dan informasi serta pengetahuan terkait pembelajaran dimasa Covid. “Harapan kita, semoga covid cepat berlalu, semua siswa dapat memperoleh pembelajaran secara tatap Muka,” paparnya. (nas)