Pemkab Dompu Operasi Rokok Illegal

Tim Menyita Rokok Illegal di salkah satu Toko di Kabupaten Dompu

DOMPU – Pemerintah Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai hari ini Senin hingga Selasa 26 – 27/10/2020 melakukan operasi pengawasan guna memberantas bisnis rokok illegal yang merupakan barang kena cukai (BKC). Terlibat dalam kegiatan ini diantaranya, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bappeda & Litbang bersama personil dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bea Cukai Sumbawa.

Sedikitnya, lebih dari 500 bungkus rokok ilegal berhasil disisir oleh tim operasi dari sejumlah pedagang kecil dan pedagang besar di sekitaran wilayah Kota Dompu. Rokok illegal ini sebagiannya hasil produk dalam negeri dan sebagiannya lagi produk impor. Diantaranya ada rokok yang tidak dilekati pita cukai, rokok yang dilekati pita cukai bekas dan rokok yang dilekati pita cukai yang tidak sesuai dengan personalisasi dan peruntukannya serta rokok yang dilekati pita cukai palsu.

Plt Kepala Bappeda & Litbang Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni SP, MM, kepada wartawan menyampaikan, operasi ini tidak hanya menyita dan mengamankan barangnya, namun sekaligus memberikan sosialisasi kepada para pedagang tentang dampak buruk yang ditimbulkan atas peredaran rokok illegal.

“Rokok illegal ini diamankan di Satpol PP. kita harapkan para pengusaha tidak akan mau lagi terlibat untuk memperdagangkan rokok illegal, sehingga tidak ada lagi rokok illegal yang beredar di Dompu”, harap Plt Kepala Bappeda

Menurutnya, operasi pengawasan rokok illegal ini erat kaitannya dengan penilaian kinerja Pemerintah Kabupaten Dompu guna mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), di samping peningkatan areal produksi hasil tembakau dan sosialisasi barang – barang kena cukai.

“sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 139/2019, kinerja cukai juga termasuk sebagai bahan penilaian untuk pengalokasian DBHCHT pada tahun berikutnya. Kinerja cukai ini akan dinilai oleh Dirjen Perimbangan Keuangan dan Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan”, urai Syahroni. (Yi)