Yang Tercecer Dari Sekretaris Satgas Covid-19 “Kita Bertahan Karena Tanggung Jawab”

Jufri ST, M.Si Sekretaris Civod-19 Dompu Saat Bersama Keluarga

DOMPU, TOFONEWS.NET – Setiap kejelasan informasi tentang kasus Covid-19 di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang ditunggu statemen dan argumennya oleh public adalah dari lisan Jufri ST, M.Si, putra kedua dari lima bersaudara pasangan H.M.Saleh Ali (alm) dan Hj. Ramlah. Selain sebagai Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19, dia juga memegang peranan penting sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu.

Kepala BPBD Kabupaten Dompu Jufri ST, M.Si dalam suatu kesibukannya

Related Post : Terpapar Covid-19, Mantan Sekda Dompu Meninggal Dunia

Dalam kesederhanaan penampilannya, suami dari Nurrafiah, A.Md.Keb ini, sempat mengalir kegundahan dalam bathinnya tatkala melihat anak – anak sekolah yang belum juga diperkenankan untuk menikmati proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.  Boleh jadi getar hati itu mewakili rasa dari seluruh orang tua yang menghendaki anak-anak mereka belajar secara normal di kelas sekolah sebagaimana dia menatap dua anaknya Muh Dafa Al Fiqri yang dipercaya sebagai Ketua OSIS SMA 1 Dompu dan Muh. Wildan Abrial yang juga siswa di Dompu ini.

Cegah Covid-19, Akad Hari Libur Ditiadakan

Apa dan bagaimana getaran hati seorang mantan Sekretaris Bappeda Dompu dalam menangani masih terjadi klaster-klaster baru positif covid-19 ini. Berikut wawancara wartawan tofonews.net, H. Mokh. Nasuhi (T) dengan Jufri, ST, MT, Sekretaris Satgas Covid-19 Kab Dompu (J). Cegah Penularan Covid-19, Peserta Pilkada Deklarasikan Kampanye Sehat

(T). Sudah sekian lama pandemi covid-19 melanda Dompu bahkan dunia, selama itu pula denyut hati Anda bergetar. Sebagai sekretaris gugus Covid-19, apa yang terjadi dengan Anda saat ini ? Kasus PHK, Manajemen PT Nawakara Ditikam Karyawan

(J) Dari hari ke hari sebagai umat muslim kadang bergejolak dengan adanya pandemi ini. Masalah yang paling saya khawatirkan adalah masalah proses pembelajaran tatap muka yang belum bisa kita laksanakan sampai pada saat ini.  Bagaimana nasib anak didik kita dengan pembelajaran secara daring yang sangat tidak efektif. Tapi saya selaku sekretaris Satgas tetap berprinsip bahwa ini adalah bagian dari ujian bagi kita semua terutama bagi saya, akan sampai sejauhmana kesebaran dari saya dalam menjalankan tugas ini.

(T) Selama bertugas sebagai Sekretaris Satgas, apa yang membuat Anda tetap bersemangat?

(J) Semangat yang paling besar adalah menolong sesama dalam hal menyembuhkan Covid-19.  Dan yang paling penting adalah ini adalah amanah Allah yang dibebankan kepada saya dimana pada saatnya nanti harus adinda (saya) pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Jangan sampai nanti Aji (H.Nasuhi-Red) protes di hadapan Allah bahwa Bang Jef (sapaan akrab-Red) belum berbuat optimal dalam mengurus covid-19 di Kabupaten Dompu.

 (T) Lalu bagaimana dukungan keluarga? Apa mereka nggak khawatir?

(J) Dukungan keluarga sangat luar biasa, kebetulan istri saya seorang tenaga kesehatan sehingga paham betul bagaimana dampak dari virus ini. Kehawatiran itu pasti Aji…, sehingga protocol Kesehatan Covid-19 benar-benar kami terapkan di rumah. Misalnya pakaian harus dicopot di emperan sebelum masuk rumah dan langsung mandi. Masker dan hand sanitezer tetap tersedia di rumah.

(T) Pernahkah Anda dikucilkan oleh orang di sekitar Anda gara-gara Covid-19 ini ?

(J) Tidak ta Aji, mada (saya) satu prinsip dalam hidup ini bahwa semua persoalan tergantung konsep dan komunikasi kita. Yang diperlukan dalam pandemi ini adalah sosialisasi dan edukasi. Bersihkan hati tidak pernah merasa curiga dengan siapapun, mada yakin dan percaya tidak akan pernah ada orang yang mengucilkan kita.

(T) Lalu apa yang membuat Anda tetap bertahan ?

(J) Yang membuat kita bertahan adalah tanggung jawab sebagai pejabat negara untuk menangani pandemi ini. Karena apapun yang kita perbuat pasti dimintai pertanggungjawaban.

 (T) Setelah Bupati, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu dinyatakan positif, apa yang terlintas dalam pikiran Anda ?

(J) Harus ada kerja keras dari semua elemen pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 terutama 4 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

(T) Lalu apa yang Anda lakukan?

(J) Saya tetap komitmen dan konsistensi untuk tetap menjalankan 4 M dan saya berprinsip bahwa semua kejadian Allah yang telah menentukannya.

 (T) Harapan Anda…

(J) Harapan saya semoga pandemi ini segera berlalu sehingga kita bisa menjalani semua kehidupan secara normatif.  Anak-anak kita bisa belajar secara baik dan kita bisa beribadah secara utuh (nas)