Geliat Santri di Tengah Wabah Covid-19

DOMPU, TOFONEWA.NET – Kondisi pandemi covid-19, tidak membuat para santri di beberapa pondok pesantren yang ada di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk nyantri. Justeru mereka tetap semangat mengasah talenta untuk terus eksis mengais pundi-pundi keilmuan dan nilai-nilai keagamaan sembari tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Sebut saja Ponpes Hizbun Wathan Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa Kabupatem Dompu. Santri di sini tetap semangat untuk mengkaji kitab-kitab kuning sebagai kitab dasar bahan kajian untuk para santri di samping kajian-kajian ilmu Al-Qur’an. “Anak-anak tetap semangat untuk belajar kitab dasar itu,” kata Tuan Guru Al-Ustazd Usman kepada tofonews.net, Rabu 21/10.

Ustazd Usman menceritakan, kegiatan-kegiatan berciri keagamaan tetap digelar namun juga tetap memperhatikan protokol kesehatan. Bahkan pihaknya berencana akan menggelar istighatsah dengan menghadirkan Tuan Guru dari Lombok untuk memimpin istighatsah itu. “Malam Ahad insya Allah kita gelar istighatsah,” ujarnya seraya mengatakan, istighatsah itu akan dihadiri juga oleh seluruh wali santri dari pondok Pesantren ini.

Geliat nyantri tidak hanya terjadi di Ponpes Hizbun Wathan Kampasi Meci tapi juga di Ponpes Jamaatul Ilmi Nahdstul Wathan (NW). Di Pondok Pesantren yang dipimpin Tuan Guru Kaharuddin, S.Sos ini, para santri tetap semangat untuk nyantri dengan menginap di asrama yang telah disiapkan pondok. “Tentunya kita tetap mengedepankan protokol kesehatan, mengingat masih merebaknya wabah covid-19 ini,” paparnya secara terpisah kepada tofonews.net di Ponpes Jamaatul Ilmi NW Manggelewa.

Pada Pondok Pesantren yang dipimpinnya, kajian-kajian kitab kuning merupakan kajian wajib disamping Tahfid dan tilawah Qur’an dan Hiziban serta kajian bahasa Arab yang diatur sesuai jadwal baik malam maupun siang. “Termasuk yasinan pada malam Jumat tetap kita laksanakan,” ucapnya seraya menambahkan, sebanyak 50 santriwan-santriwati yang memilih menginap di pondok.

Dari 50 santri yang diinapkan ini lanjutnya, merupakan santri yang diawasi secara ketat, lebih-lebih pada saat ini yang masih muncul wabah covid-19 ini. Sedangkan selebihnya, ada juga santri yang pulang-pergi yang juga tetap mendapat pengawasannya. “Karena mereka juga masuk ke madrasah atau sekolah formal yang ada di lingkungan pondok pesantren ini,” katanya.

Pimpinan Pondok yang didampingi Juswadi Iskandar, S.Pd, yang juga putra sulungnya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Drs. H. Zainul Arifin, anggota DPR RI dapil NTB atas bantuan alat kesehatan berupa thermo gun, masker scube, hand sanitizer dan disinfektan, vitamin dan lain-lain untuk kepentingan pondok pesantren bersama para santrinya. “Kita merasa bersyukur atas bantuan Abu Ya (Drs.H.Zainul Arifin-Red) ini,” jujurnya.

Total bantuan yang dikucurkan dari dana reses ini katanya sebesar Rp.25 juta yang terdiri dari berupa barang seharga Rp.10 juta dan uang untuk pengelolaan pondok sebesar Rp.15 juta. Dan ini tambahnya, murni dana reses. “Sekali lagi, dana ini murni berasal dari dana reses,” tambah Juswadi Iskandar, S.Pd meniru ucapan Abu Ya.

Juswadi mengakui kaget dengan adanya bantuan ini karena tidak semua pondok mendapatkan bantuan dana reses. Untuk di Dompu katanya, ada 15 Pondok Pesantren yang mendapatkan bantuan yang sama termasuk Pondok Pesantren Jamaatul Ilmi. “Ternyata bantuan ini dikucurkan berasal dari data emis Kementerian Agama,” akuinya. (nas)