Suasana Pandemi Covid-19, KBM Tetap Berjalan

Para pelajar tetap antusias untuk mengikuti kegiatan belajar

DOMPU, TOFONEWS.NET – Wabah covid 19 sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda akan berakhir, namun tidak menyurutkan semangat para pelajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk terlaksananya kegitn belajar dan mengajar (KBM). Syukurnya, dalam pelaksanaan KBM ini tetap memberlakukan protokol kesehatan Covid-19.

“mengingat Dompu masih masuk zona merah sehingga proses KBM tetap sesuai protokol kesehatan Covid-19,” ujar Surya Darma, S.Pd, salah seorang guru SMA Negeri I Dompu Selasa 20/10.

Sebagai bentuk langkah antisipatif terhadap menyebarnya virus yang sampai saat ini belum ada obatnya, jajaran SMA Negeri I Dompu menerapkan pelaksanaan pembelajaran luring (luar jaringan) dengan dua shif masuk. Shif pertama dari jam 07.30 sampai dengan 10.30 sedangkan shif kedua masuk jam 13.00. “Kita masuk jam satu untuk shif kedua karena mushalla kita belum jadi,” katanya.

Hasil pantauan wartawan di SMA Negeri I Dompu, para siswa yang datang ke sekolah pagi-pagi langsung mendatangi tempat cuci tangan yang sudah disiapkan lebih awal, lalu mendekati gurunya yang siap mengetest suhu badan para siswa maupun para guru. “Alhamdulillah rata-rata suhu badan mereka antara 35 sampe dengan 36 derajat celcius,” ujar sumber guru yang bertugas di pintu masuk seraya menambahkan, kalau ada yang bersuhu 37 derajat celcius adalah ketika mata hari sedang panas.

Sementara itu hal yang sama dilakukan oleh jajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Dompu. Siswa datang menggunakan masker lalu melakukan antrian untuk mengukur suhu badan, setelah itu cuci tangan. “kalau di kelas duduk dengan pola zig-zag dan selama belajar mereka tetap menggunakan masker dengan jumlah siswa maksimal 15 orang,” ujar Zakiah Darajat, S.Pdi kepada tofonews.net di SMKN 2 Dompu.

Zakiah juga mengakui, sesuai protokol kesehatan jika ada siswa yang terdeteksi suhu badan di atas 37 derajat langsung dipulangkan. “Tapi di sekolah kita tidak ada yang di atas 37 derajat celcius,” akui salah seorang guru Pendidikan Agama Islam ini. (nas)