HBY Klarifikasikan Warganya Yang Diisukan Terjangkit Corona

154
Kepala Puskesmas Dompu Barat, Mujakir S.KM, Direktur RSUD Dompu, dr. Alief Firyasa Maulana M.MKes, Bupati Dompu Drs.H. Bambang M.Yasin dan Sekretaris Dinas Kesehatan Maman, S.KM.

DOMPU, TOFONEWS.NET – Menghadapi keresahan masyarakat terkait isu dugaan virus Corona yang dicurigai mencangkiti Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Bumi Nggahi Rawi Pahu yang belum lama ini kembali dari Malaysia, membuat Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) harus menyampaikan pernyataan resmi agar informasi terkait hal tersebut tidak semakin simpang siur.

Didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Maman SKM, Kepala Puskesmas Dompu Barat Mujakir SKM dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, Alif Firyasa Maulana M.MKes, Bupati HBY memastikan bahwa warganya yang baru saja pulang dari luar negeri sebagai TKW di Malaysia, tidak terjangkit virus Corona. “Hasil pemeriksaan tim medis, bahwa TKW tersebut hanya mengalami demam biasa karena influensa”, ungkap Bupati Dompu saat jumpa pers di aula Pendopo Bupati setempat Rabu 04/03/2020.

Menurut HBY, setiap TKI asal kabupaten Dompu yang kembali dari luar negeri, tidak akan lolos sampai Dompu manakala mereka terpapar virus karena tentu saja di setiap bandar udara international dilakukan pemeriksaan yang super ketat. “Sekali lagi kami tegaskan bahwa TKW yang sudah diperiksa oleh tim medis Puskesmas Dompu Barat, tidak terjangkit virus Corona”, tegasnya.

Meskipun demikian, Pemerintah melalui Dinas teknis akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan TKW yang sudah diperiksa tersebut. “Apabila terjadi kemungkinan lain pada perkembangan kesehatannya maka akan diambil tindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yakni dengan tetap mengenakan Alat Perlindungan Diri (APD)”, urai HBY.

Untuk semakin menjamin kondusivitas di tengah masyarakat, Bupati HBY memerintahkan kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait gejala virus corona. “sebarkan brosur-brosur tentang virua Corona supaya masyarakat paham agar virus ini dapat terdeksi lebih awal”, tukasnya. (Rasya)